Syukurku kepada-Mu, TUHANku 24/7

Syukurku yang terdalam kepada-Mu, Tuhanku!

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.

Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau hingga kini mengerjakan rencana-rencana-Mu bagi hidupku, sebab kasih setia-Mu tetap selamanya.

🙂

🙂 Aku spesial dan ajaib. Aku sangat berharga di mata Allah. Rencana yang khusus bagiku telah ditetapkan-Nya sebelum dunia diciptakan, dan sebelum aku dilahirkan. Yang terpenting, apa rencana-Nya bagi hidupku, bukan apa rencana-rencanaku bagi-Nya.

ALLAH mengaturkan bagiku

Setelah dua minggu menanti-nanti kabar dari teman-teman untuk nonton bareng film layar lebar “The Chronicles of Narnia: Prince Caspian”, eeh… batal nonton bareng. Jadi, hari itu aku ke gedung bioskop di Wesfield, Parramatta, di Sydney, rencana nonton film kelanjutan “Narnia”, karya menakjubkan produksi Walt Disney yang menuangkan dengan sangat baik novel terkenal karya CS Lewis itu, eeh… sudah tidak main. Tidak ada pilihan selain menunggu DVD resminya keluar.

Aku segera disibukkan dengan persiapan berlibur ke Auckland, North Island, New Zealand. Saat itupun tiba, di bandara Auckland aku disambut senyum manis dan pelukan hangat sahabat karibku yang baru pindah setahun ke sana, wajah ceria dan jabat erat suaminya, dan peluk cium penuh semangat putrinya yang berusia tujuh tahun. Begitu keluar bandara, angin dingin menusuk menerpa wajahku, badai hujan es baru usai.

Cwit, cwit… Brrr… Cwit, cwit… Brrr… Burung-burung menyambut fajar tak peduli dengan dingin menusuk di musim dingin Juli 2008 itu. Aku, keponakanku yang kuliah di Auckland, sahabat karibku sekeluarga, setelah sarapan segera berkemas. Hari Minggu itu kami ke Cathedral Cove, bagian dari Coromandel Peninsula. Kami menikmati pemandangan indah sepanjang jalan melalui kaca jendela mobil.

Kami tiba, berdecak kagum… dari atas menikmati pemandangan debur air laut, pantai cantik, batu karang, langit biru, paduan menakjubkan. Sahabatku dengan kandungan usia tujuh bulan ingin turun ke Cathedral Cove, jadi kami beriringan menyusuri jalan setapak yang menurun menuju pantai. Padang dan pepohonan tempat pengambilan gambar film “The Lord of the Rings” terlihat dari jalan setapak yang kami lalui. Begitu sampai di bawah… WOW! Gua yang tembus pantai cantik dengan karang bagai tugu di tengah laut… Cathedral Cove! Kami di sana hingga matahari terbenam… indah!

Yang sungguh menggembirakan, di hari Kamis sahabatku bersama putrinya, mengajak aku dan keponakanku, … nonton film Prince Caspian di bioskop! Wow! Kami masuk, berbekal popcorn dan air minum. Tak lama kemudian film dimulai… tampak kakak beradik Peter, Susan, Edmund, Lucy, berada di peron sebuah stasiun… tiba-tiba ada kereta ekspres lewat dan mereka terhisap tiba di pantai yang sangat indah… dan…tempat itu! … Cathedral Cove!!!… Air mata syukur meleleh… Allah begitu baik… begitu baik… Dia mengaturkan bagiku liburan indah sempurna hingga detailnya… Sambil tetap menonton kisah luar biasa para tokoh menerjemahkan makna iman dalam perjuangan… hatiku tunduk takjub pada kebesaran dan kebaikan Allah yang tak terkira! Syukurku kepada-Mu, ya Allah… .

🙂

🙂

Allah akan melakukan rencana-rencana-Nya bagi hidupmu sebab kasihsetia-Nya tetap selamanya. Yang terpenting bukan apa rencana-rencanaku bagi-Nya, melainkan apa rencana-rencana Allah bagiku. Ini doaku selalu, “Bila ini dalam rencana-Mu bagi hidupku, tolong sediakan dan aturkan bagiku, ya Bapa.” Nikmati.