TUHAN pelindungmu 24/7

Sore itu hujan lebat mengguyur, angin bertiup kencang, petir menyambar-nyambar, tetapi aku tetap harus pergi ke Malang, ikut kursus bahasa Inggris privat. Setelah pamit kepada ibuku, aku keluar pintu rumah, mengembangkan payung, dan berjalan ke tepi jalan menunggu mobil angkutan umum Batu-Malang.

Dari jauh kelihatan ada mobil angkutan yang turun dan aku segera mengedangkan tangan. Mobil berhenti, dan aku bergegas menyeberang jalan. Basah, tetapi lega sudah berada di dalam mobil yang hangat karena penuh sesak penumpang.

Mobil yang kutumpangi segera melaju tidak terlampau kencang di tengah hujan badai. Hampir masuk Dinoyo, mobil bergerak lebih lambat karena jalanan lebih sempit dan mulai padat kendaraan. Tiba-tiba… BUMM!!!… semua penumpang terkejut spontan menoleh ke belakang, mobil yang kami tumpangi berhenti… sebuah pohon asam besar roboh, tepat di belakang mobil kami… “Aduuuh…! Untung sudah lewat!” Seru beberapa penumpang. Sopir dan kenek turun memeriksa ke belakang.

Tak berapa lama kemudian mereka kembali, “Wah, untung!” Seru kenek melaporkan sambil naik kembali ke mobil. “Terlambat sedikit, kita kena!” Kami menarik napas lega… . Mobil pun berjalan lagi, lambat karena kendaraan dari arah berlawanan harus berhenti menunggu pohon roboh tadi dipotong-potong dan disingkirkan.

Tiba-tiba mobil yang kami tumpangi berderit, penumpang berteriak dan berpegangan erat, karena rem mendadak diinjak sopir mobil… kami melihat sebuah pohan asam bergerak tumbang persis di depan mobil kami! … BUMMM!!!… Nyaris! Kami semua terpaku di tempat duduk masing-masing. Sopir dan kenek meminta seluruh penumpang turun agar kami melanjutkan perjalanan dengan angkutan yang lain.

Kaki terasa lunglai… di atas bemo roda tiga yang membawaku melanjutkan perjalanan ke Malang… hatiku penuh syukur tak terhingga, dijaga, dilindungi sempurna… bercampur kesadaran di benakku, nyawa dapat melayang kapan pun… semua di tangan Allah Sang Pencipta! 

🙂

🙂 “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. … Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” Kamu aman dalam Tangan-Nya yang Mahakuat dan Mahakasih!


Iklan