Inspeksi

Selidiki aku, ya Allah, dan kenali hatiku: uji aku, dan kenali pikiran-pikiranku: dan lihat bila ada hal yang jahat di dalamku, dan tuntun aku di jalan yang kekal.

Aku menemukan betapa sangat nyaman dan meyakinkan, mengijinkan istriku memeriksa penampilanku dengan saksama sebelum aku keluar pintu depan rumah untuk memulai hari. Aku tahu, bila dia melihat sesuatu di penampilanku, yang terluput olehku, dia akan memberitahuku. Bila dia melihat ada kotoran di wajahku, ada noda di kemejaku, sabuk yang belum dirapikan, atau kombinasi warna tak serasi; dia dengan gamblang, jelas, dan penuh kasih memberitahuku. Kepedulian pengamatannya telah menyelamatkan aku dari banyak malu selama bertahun-tahun.

Begitu pula, rasa nyaman dan yakinnya setara, mengijinkan Allah “memeriksa sekali lagi” penampilan kita sebelum kita keluar pintu rumah untuk memulai hari. Betapa bijaknya kita ketika mengijinkan Dia menginspeksi kita, memastikan segalanya telah tepat—memastikan bahwa tidak ada amarah atau kepahitan mengeraskan hati kita, memastikan tidak ada ketakutan atau kekuatiran membebani di pikiran kita, dan memastikan tidak ada ketidakpercayaan atau keraguan membayang di batin kita. Betapa akan diberkatinya hari kita, bila kita dapat meninggalkan rumah setiap pagi, dengan mengetahui jiwa kita sehat.

Seijin Roy Lessin dan DaySpring, Meet Me In The Meadow30.10.2009

Iklan

DUA BAKUL

Sebab kita adalah rekan kerja Allah, diciptakan untuk melakukan perbuatan baik, yang Allah telah sediakan sebelumnya bagi kita untuk dilakukan…

Tahukah kamu bahwa Allah hingga kini telah menaruh hal-hal baik di dalammu, dan Dia ingin agar kamu membagi-bagikannya kepada orang lain? Bayangkan bahwa di dalam batinmu Allah hingga kini telah menaruh dua bakul. Kala kamu memulai harimu, Allah memasukkan di bakul yang satu apa yang Allah ingin agar kamu bagi-bagikan hari itu. Setiap hari jumlah dan ragam yang dimasukkan ke dalam bakulmu bisa berbeda, tergantung pada kebutuhan-kebutuhan yang Allah ingin untuk kamu sentuh dan orang-orang yang Dia ingin untuk kamu berkati.

Sering, apa yang Allah masukkan ke dalam bakulmu itu misteri. Kamu tidak tahu dengan pasti apa yang ada di benak Allah bagimu di hari itu. Kabar baiknya adalah Dia tak memintamu untuk mencoba-coba dan menebak-nebak, atau berkeliling untuk berupaya membuat setiap orang senang, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan setiap orang. Apa yang Dia ingin kamu lakukan adalah jadi peka kepada tuntunan-Nya, dan meresponsi Dia dalam iman dan ketaatan yang sederhana.

Ketika kamu menjalani harimu, kamu mungkin menemukan bahwa Allah telah memasukkan ke dalam bakulmu satu doa yang Dia ingin agar kamu panjatkan, satu kata yang menguatkan yang Dia ingin untuk kamu ucapkan, satu berkat yang Dia ingin agar kamu bagikan, atau satu perbuatan murah hati yang Dia ingin agar kamu ulurkan.

Apa pun itu yang Allah hingga kini telah taruh di dalam bakulmu adalah apa yang Dia rindu agar kamu bagi-bagikan di sepanjang harimu. Saat kamu pergi tidur di malam hari, adalah baik punya bakul yang kosong. Tak ada yang perlu dibawa, sebab Allah akan memasukkan yang baru dan segar setiap fajar.

Tadi, aku bilang ada dua bakul yang Allah taruh di batinmu. Bakul kedua tidak berisi hal-hal yang kamu bagi-bagikan sepanjang hari, melainkan hal-hal yang kamu terima dari Allah, yang memperkaya dan menyegarkan batinmu. Kala kamu memberkati orang lain, kamu diberkati; kala kamu memberi, kamu menerima; kala kamu mengosongkan dirimu, kamu diisi. Inilah cara Allah mengisi bakulmu yang satunya lagi:

Siapa menyegarkan orang lain dia akan disegarkan. Berilah, dan kamu akan diberi. Takaran yang baik, dimampatkan, ditambahkan, akan dituangkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai, akan digunakan terhadapmu…

Seijin Roy Lessin dan DaySpring, Meet Me In The Meadow, 29.06.2009