KISAH DI BALIK KARTU “JUST THINK”

Raja Daud melayani generasinya sesuai kehendak Allah…

Ketika aku menulis pesan kartu ucapan “Just Think”, itu muncul saat ada dua hal begitu kuat di benakku. Yang pertama adalah dampak dari pengajaran tentang evolusi terhadap generasi kita. Yang kedua adalah kebutuhan orang untuk paham bahwa Allah memiliki tujuan dan rencana bagi hidup mereka.

Evolusi itu lebih dari sebuah teori yang mencoba untuk menjelaskan bagaimana alam semesta dan hidup itu memasuki eksistensi. Evolusi menempatkan “kebetulan” di atas singgasana, ketimbang Pencipta yang personal dan mengasihi. Hidup tak pernah dimaksudkan sebagai untung-untungan. “Kebetulan” tidak memerintah alam semesta kita; “keberuntungan” tidak mempengaruhi eksistensi kita; “nasib” tidak menuntun arah hidup kita.

Satu kali aku mengemudi melintas dekat sebuah papan iklan yang menampilkan gambar seorang bayi mungil. Di sebelah gambar itu ada pernyataan, “kalau saja mereka hadir bersama panduannya”. Iklan tersebut cerdas, namun itu juga pengingat yang memprihatinkan, bahwa banyak orang yakin memang terserah kita untuk mendapat pemahaman mengenai makna dan tujuan hidup kita. Syukur, melalui sabda-Nya, Allah hingga kini telah menyediakan panduan tertulis bagi setiap insan yang hadir di dunia.

Allah tidak membawa kamu hadir di dunia ini untuk hidup tanpa sebuah tujuan, untuk eksis tanpa sebuah alasan, atau berfungsi tanpa makna. Ijinkan aku meyakinkan kamu sekali lagi bahwa kamu ada di sini, bukan karena kebetulan, melainkan karena kamu adalah ciptaan Allah yang unik. Dia mengasihi kamu, peduli tentang kamu, dan ingin kamu mengenal Dia seperti Dia mengenal kamu. Allah rindu memakai kamu, sesuai kehendak-Nya, agar rencana agung-Nya diperkenalkan kepada generasi ini.

Seijin Roy Lessin dan DaySpring, Meet Me In The Meadow, 28.04.2006 

Iklan