Bunga Linea

Bunga Linea (Linnaea), ukurannya setengah bunga Daisy, tersembunyi jauh di pelosok atau di tempat-tempat yang tampaknya tak penting di muka bumi, dimana sedikit orang yang pernah lewat dan menemukan kecantikannya atau menghirup harum semerbaknya.

Apakah kamu merasa Allah hingga kini memberimu sebuah peran yang tak penting, atau menempatkan kamu di sebuah pelosok, di tempat yang tersembunyi? Pertimbangkan kata-kata Frank Boreham ini di saat dia menemukan bunga Linea, ketika dia melakukan pendakian di satu wilayah terpencil…

“Lagi dan lagi aku mendekatkan bunga ini ke wajahku, menikmati semerbak aroma wewanginya… Aku menengadah dan bersyukur kepada Allah untuk bunga mungil ini, begitu tak berarti, tumbuh di hutan belukar liar, namun membawa kesukaan dan kesegaran bagiku. Aku berpikir, mengapa bunga ini begitu tak dikenal, sedangkan ini benar-benar bunga yang harum sekali, dan sudah pasti pantas berada di tempat yang lebih layak? Aku belajar satu pelajaran dari ini—aku pikir, ‘bila aku tak dapat menjadi sebuah pohon cemara yang tinggi di hutan milik Allah, aku bisa menjadi bunga kecil mungil yang menebar bau harum semerbak Allah di dunia yang penuh kesusahan.’”

Kamu mungkin tidak menjadi salah satu dari pohon-pohon cemara yang tumbuh gagah di hutan anugerah Allah, sehingga banyak mata dapat melihatnya; kamu seperti bunga Linea itu, ditanam oleh Allah di tempat yang tampaknya tak berarti, untuk memberkati orang lain, untuk membarui yang letih lesu, untuk menguatkan yang lemah, untuk merengkuh yang putus asa, dan untuk menyegarkan mereka yang membutuhkan semangat tetap mengikut Allah.

Biarlah keindahan Allah menaungi kita.

Seijin Roy Lessin dan DaySpring, Meet Me In The Meadow, 08.06.2010