sendiri namun tak sendirian

Istimewa

Photo courtesy of THEjourney Photography-Pudi Muliawan

Photo courtesy of THEjourney Photography-Pudi Muliawan

Iklan

MENYEMAI DAMAI 24/7

Dia mengasihiku, agar aku mengasihi diriku dan dirimu,

Dia mengampuniku, agar aku mengampuni diriku dan dirimu,

Dia menerimaku, agar aku menerima diriku dan dirimu.

 

Mengasihi, mengampuni, menerima, butuh waktu,

Waktu berduka tempat kebenaran dan anugerah menyatu,

Lewat duka Dia menyiangi rantingku agar berbuah selalu.

 

Kasih-Nya begitu dalam menembus kalbuku,

Pengampunan-Nya tuntas menghapus maluku,

Penerimaan-Nya sejati mengangkat harkatku.

 

Kini kujelas siapa diriku,

Kutatap wajah-Nya, bisikku,

“Kuingin mengenal-Mu selalu.”

 


🙂 eva kristiaman, sydney, medio 03.2013

Bergayut pada TUHAN 24/7

Courtesy of Mike Neal

Courtesy of Mike Neal

Tuhan hingga kini mengerjakan rencana-rencana-Nya bagi hidupku sebab kasih-Nya tetap selamanya. 

IMAN–bagai berselancar di atas gelombang kehidupan yang membuat aku bergayut pada Tuhan 24/7!

The Lord has been working out His plans for my life for His faithful love endures forever.

FAITH–is like surfing on life’s waves that makes me clinging to the Lord 24/7!

Photo courtesy of Mike Neal.

Melepaskan

Bila kamu bergayut pada hidupmu, kamu akan kehilangan hidupmu, tetapi bila kamu menyerahkan hidupmu, kamu akan mendapatkannya.

Untuk sepenuhnya menyambut semua yang Allah dambakan bagi kita dan berikan kepada kita, kita harus sepenuhnya melepaskan genggaman kita pada apa pun yang kita gayuti. Roy Lessin

Seijin Roy Lessin dan DaySpring, Meet Me In The Meadow

Leaf2Small

 

Permisi, bolehkah aku masuk?

Oleh: Eva Kristiaman dari Indonesia

Hai Teman-Teman Indonesia-ku yang kukasihi,

Aku menulis surat ini karena tampaknya kamu begitu sibuk di dapur, dan tak seorang pun mendengar  ketukan “Tok, Tok”-ku di pintumu.

Aku ingin memberi tahu bahwa aku sangat ingin untuk masuk dan bersantap bersamamu. Aku tahu kamu sangat mengasihiku, dan sedang menyiapkan masakan Indonesia terbaik bagiku. Betul, aku sangat menggemari masakan Indonesia, sangat sedap dan lezat. Menurutku, hingga kini kamu terlalu sibuk mengurusi soal masakannya. Yang terutama buatku adalah relasi yang akrab denganmu. Aku senang bila bisa bercakap-cakap sambil sarapan denganmu tiap pagi.

Jadi, permisi, bolehkah aku masuk? … Tolong buka pintunya, persilakan aku masuk dan tinggal bersamamu. Ijinkan aku melayanimu, aku tuan rumahnya dan kamu tamuku.  Nikmati waktu yang menyenangkan bersamaku, kenallah diriku semakin baik dan semakin dekat. Semakin kamu mengenalku, semakin banyak pemandangan mendalam yang kamu peroleh. Itu akan membuka pikiranmu dan membuka matamu.

Aku tahu hingga kini kamu hafal bahwa “Manusia tidak hidup dari nasi saja, melainkan dari setiap kata yang diucapkan Allah.” Ya, kamu akan menikmati bagaimana menemukan kebenaran. Itu lebih manis dari madu terbaik di Indonesia. Kamu akan amat menggemari masakanku. Kamu akan minum dari air hidup yang kuberikan kepadamu, dan kamu takkan pernah haus lagi.

Aku sangat ingin jadi Sahabat karibmu. Supaya, di hari terakhir nanti aku dapat menyatakan bahwa “Aku kenal kamu.”

Salam kasih,

Yesus

* Diterjemahkan seijin Media Assosiates International, dari naskah lomba menulis LittWorld 2012, dengan judul asli “May I come in, please…”, yang menerima Runner up honorable mention prize pada tanggal 1 Agustus 2012.

* Tulisan ini menjawab salah satu pertanyaan lomba menulis LittWorld 2012: If Jesus were to write a letter to the church in your country, what would He say?—Bila Yesus menulis surat kepada gereja di negaramu, apa yang akan Dia katakan?

Syukurku kepada-Mu, TUHANku 24/7

Syukurku yang terdalam kepada-Mu, Tuhanku!

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku,menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.

Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau hingga kini mengerjakan rencana-rencana-Mu bagi hidupku, sebab kasih setia-Mu tetap selamanya.

🙂

🙂 Aku spesial dan ajaib. Aku sangat berharga di mata Allah. Rencana yang khusus bagiku telah ditetapkan-Nya sebelum dunia diciptakan, dan sebelum aku dilahirkan. Yang terpenting, apa rencana-Nya bagi hidupku, bukan apa rencana-rencanaku bagi-Nya.

Kamu Dapat, Sebab Dia Dapat

Aku tahu bahwa Engkau dapat melakukan apa pun, dan tak ada tujuan-Mu yang dapat ditahan…
Kamu dapat bertanya kepada Allah
sebab Dia takkan memberimu jawaban yang salah.
Kamu dapat menanti Allah
sebab penentuan waktu-Nya selalu sempurna.
Kamu dapat mempercayai Allah
sebab Dia tak pernah keliru.
Kamu dapat berharap kepada Allah
sebab Dia memegang hari esokmu..
Kamu dapat tenteram di dalam Allah
sebab Dia mengendalikan hidupmu.
Kamu dapat bersandar kepada Allah
sebab Dia setia penuh.

Seijin Roy Lessin dan DaySpring, Meet Me In The Meadow, 2.12.2009