tak sendirian

Masa transisi usia 30 – 40 tahun tidak mudah dilewati, terlebih bagi yang masih lajang. Sejak menulis skripsi bertopik lajang, teman-teman minta agar aku berbagi rahasia menikmati hidup sendiri bersama TUHAN.

Sebentar, sabar… aku perlu menjalani, baru bisa berbagi… perlu mengalami, baru bisa memahami… perlu menghayati, baru bisa bicara dari hati ke hati…

Kamu menjalani, mengalami, menghayati, … kamu bisa berbagi, memahami, dan bicara, juga bertanya…

Kita tak sendirian.

Silakan πŸ™‚

Salam hangat
πŸ™‚ eva kristiaman

11 thoughts on “tak sendirian

  1. “Lihat!” Seruku kagum menunjuk seekor burung bersarang di puncak sebuah batu karang di tengah laut, sekalipun angin bertiup kencang, dingin menusuk… debur ombak menghantam karang, kadang rendah, kadang tinggi… ia tetap tenang bergeming…

    Samuel mengangguk tanda ia juga mengamatinya, tersenyum, dan dengan tenang mengarahkan kameranya mengambil gambar.

    Foto hasil jepretan Samuel Loho, di Cathedral Cove, Coromandel, NZ, 13 Juli 2008 di atas menggambarkan dengan tepat betapa Tuhan menjaga, memelihara dan menemani kita. Bukankah itu memberi rasa aman, tenang dan damai yang sejati? Meski kita terlihat sendiri, namun sebenarnya kita tak sendirian.

  2. “Adakah Tuhanku mengawasi kala ku hancur hati?
    keadaan susah, ku tak mengerti,
    adakah Tuhan mengawasi?

    Ia mengawasi, Ia mengawasi…
    Tuhan, Kau yang rahmani,
    keadaan susah, semua berubah,
    Tuhanku tetap mengawasi.”

    Sejak pertama kali menyanyikannya di tahun ’80-an berulang kali lagu ini menguatkan aku. Di saat sedih, depresi, hancur hati… aku menyanyikannya berulang kali. Aku mendapat kekuatan besar: Tuhanku mengawasi, aku tak sendirian. Ia mengerti aku susah. Ia tak berubah walau keadaan berubah. Tuhanku tetap mengawasi, Ia tak membiarkanku sendirian. Tak akan pernah.

  3. Hmmm… tiba-tiba aku ingin sekali makan tape daun jambu khas Kuningan, Cirebon. Tape ketan sesendok makan yang satu per satu dibungkus daun jambu, yang aromanya sedap dan rasanya beda itu… .

    KRING!!!… KRIIINGG!!!… dering telepon di sebelahku. Aku segera mengangkat gagangnya, “Ya, halo…” Terdengar suara sobatku, “Hei, aku baru pulang dari Cirebon nih… bawa oleh-oleh buat kamu cuma tape daun jambu, kamu pernah makan?”

    Ahhh, aku baru “ingin” belum juga sampai “meminta”, namun TUHAN yang MAHA BESAR itu menilik dan memberi. Aku selalu takjub mengalami kemahabesaran Allah kala Ia memperhatikan detail keseharian hidupku, bahkan yang tampak begitu remeh … tidak nyana… “tape daun jambu”!

  4. Makin pahit, makin manis,
    pengajaran TUHAN.
    Makin sulit, makin nyata,
    pertolongan TUHAN.

    Reff.
    Tak perlu aku bertanya, “M’ngapa Bapa s’mua terjadi?”
    Kau berikan yang terbaik bagi setiap anak-Mu.

    Rancangan-Mu, pun jalan-Mu,
    ku tak ‘kan mengerti.
    Bentukkan-Mu, ganjaran-Mu,
    Ajar kumen’rima.

    Motto hidup yang kalimat per kalimat kuperoleh dari melangkah bersama TUHAN saat kuliah di seminari, menjadi lirik yang pas dengan nada lagu sederhana berbahasa Belanda. Kebenarannya nyata di hidupku. Meneguhkanku tetap melangkah bersama TUHAN.

  5. Akhirnya aku ingat kata demi kata, kalimat demi kalimat versi Bahasa Indonesia lirik lagu yang dinyayikan rekan doaku di hari perpisahan dengan jemaat yang aku layani kemarin:

    Ku tahu siapa yang pimpin,
    hari depan hidupku,
    semuanya oleh Tuhan
    tlah diatur sempurna!
    Menghadapi gelombang,
    s’panjang jalan hidupku,
    kubersandar pada Tuhan,
    serahkan semua!

    Benar, benar sekali, sangat menguatkan kala aku menyanyikannya dengan sepenuh hati. Pengakuan iman! Gelombang-gelombang hidup dapat kuhadapi karena Ia bersamaku, menopangku 24/7! Aman bersama-Nya.

  6. Renungan mengenai Ruth yang dibawakan Bob Gass, menggerakkanku menyanyi lagu Mazmur 37:23-24 ini:

    Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya,
    Apabila ia jatuh, tak sampai tergeletak s’bab Tuhan menopang tangannya.
    Menopang tangannya, s’bab Tuhan menopang tangannya,
    Apabila ia jatuh tak sampai tergeletak, s’bab Tuhan menopang tangannya!

    Orang yang melangkah bersama Tuhan 24/7, langkah-langkahnya telah ditetapkan Tuhan. Betapa menguatkan dan aman ditopang Tuhan 24/7, berada di genggaman Tangan yang Maha Kuasa yang sangat mengasihiku.

  7. β€œJangan kuatir tentang apa pun, melainkan, berdoalah untuk apa saja. Katakan pada Tuhan kebutuhanmu, dan bersyukurlah pada-Nya untuk apa yang Ia perbuat. Maka kamu akan mengalami damai sejahtera Allah, yang melampaui segala yang dapat kamu pahami. Damai sejahtera-Nya akan menjagai hatimu dan pikiranmu ketika kamu hidup dalam Kristus Yesus.” β€” Filipi 4:6-7 (diterjemahkan dari NLT)

    Ya, benar, aku belajar melakukannya tiap hari, 24/7. Tiap kali takut, tiap kali kuatir, tiap kali sedih, tiap kali menemui jalan buntu… “untuk apa saja”! … tinggal bilang pada-Nya dan bersyukur! Maka aku mengalami damai sejahtera Allah menjagai hatiku dan pikiranku, dan aku hidup dalam Dia. Ikut Yesus itu sederhana saja!

  8. banyak hal terjadi yang tak tak dapat kumengerti, tp satu perkara bahwa ALLAH peduli dan DIA mengerti, itu saja harapan dan jawaban dalam setiap masalah dan perkaraku . amin

  9. Benar sekali Wijayanti, mengenal dan tetap memilih percaya ALLAH mengerti dan DIA peduli, menghibur, menguatkan dan memberi ketenteraman besar di hati, pikiran, dan hidup kita. Dan kabar baiknya adalah kita sudah tahu ujungnya pasti kebaikan bagi kita, dan keagungan bagi-Nya. Jadi harapan kita itu pasti, iman kita itu bukti.

    Terima kasih telah berbagi. Tuhan menemani πŸ™‚
    Salam hangat temanmu,
    eva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s