Awan Lembayung

Sore itu di jam pulang kantor, kereta api yang aku tumpangi bergerak dari stasiun Parramatta menuju Sutherland, Sydney. Bersyukur aku masih mendapat tempat duduk. Aku menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya cepat, tubuhku terasa lemas, tenaga serasa terkuras selesai wawancara kerja dari pagi jam sebelas hingga jam satu siang di Castle Hill—yang jarak tempuhnya ke Parramatta dua jam lebih dengan bis.

Aku menghela nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya pelahan, duduk bersandar, mengendorkan otot-otot kaki dan badan, berusaha menyiapkan diri untuk menghadapi wawancara kerja sebentar malam di Sutherland. Namun suara cecaran pertanyaan tajam salah satu pewawancara tadi memenuhi benakku, bercampur suara protes keras di batinku tak terima hak-hakku dilanggar… gemuruhnya seolah mengalahkan gelegar canda tawa para pelajar yang berdiri berdesakkan di depan tangga di dalam kereta dua tingkat itu. … Air mata mulai merebak di mataku… .

Dari tempat dudukku di deretan sebelah kiri itu, aku melayangkan pandanganku ke jendela sebelah kanan, menembusi bagian atasnya yang terbuka, terlihat langit berwarna lembayung… Awan yang berarak-arakan tertimpa sinar matahari yang akan terbenam… Hmmm… cantik!…  Seketika kelelahan dan ketegangan terasa mereda bersamaan dengan luruhnya kemarahan di dalamku. Dengan pelahan aku menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelahan… “Terima kasih untuk alam indah ciptaan-Mu ya Tuhan,” bisikku kepada-Nya di hati, air mataku meleleh pelan… tenteram.

🙂

🙂

Jangan marah karena orang yang berbuat curang, saat kamu menoleh mereka telah tiada. Allah Hakim Mahaadil melihat hati. Bila amarah bergemuruh, berbaringlah, rileks, utarakan semua kepada Allah, tetap tutup mulut. Allah mengerti, Allah melihat, Allah peduli. Boleh marah, tetapi letak tepatnya bukan di atas kepala, atau dalam dada. Di tangan. Serahkan berkas perkara kepada-Nya. Jangan mentari terbenam kala kamu masih marah. Bersukacita di dalam Tuhan! Rahasianya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s