Ia memeliharamu 24/7

Aku melayangkan pandangku lewat jendela kaca lebar bis turis yang membawa kami menyusuri jalan di tengah padang yang luas. Mereguk dan merekam keindahan alam yang berbeda dari satu tempat ke tempat yang lain, mengelilingi pulau selatan Selandia Baru. Takjub.

Padang luas itu gersang berpasir dan berbatu, rumput berwarna coklat keemasan tumbuh cukup tinggi di antara bebatuan besar, berkilau ditimpa cahaya sang surya dan melambai ditiup angin. Indah.

Sementara itu hati dan pikiranku menerawang antara keputusan terbaik yang telah diambil, dengan konsekwensinya yang harus kuhadapi sepulang liburan ini… Memilih bekerja sukarela penuh waktu, aku akan hidup dari apa nanti? … aku tahu dan percaya  Tuhan memelihara dan menyediakan semua kebutuhanku… .

“… dengan jumlah populasi empat juta, wilayah ini tidak tersentuh oleh tangan manusia…,”  suara pemandu perjalanan membuat aku kembali memusatkan perhatian ke pemandangan di depan mata… Wow!… mataku menatap mengamati keindahan di sisi jalan… bunga rumput warna-warni segar… merah, kuning, ungu, biru… memenuhi kiri-kanan jalan. Cantik sekali.

“Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”

Matius 6: 19-34 yang aku baca dan renungkan pagi tadi kembali berbicara begitu jelas dan tepat. Oswald Chambers, penulis “My Utmost for His Highest”, buku yang aku baca untuk ke empat kalinya itu berkata bahwa pernyataan ini dikatakan oleh Yesus Kristus yang memahami dan tahu pasti keadaan kita. Yesus berkata agar jangan pikiran mengenai kebutuhan itu menguasai hidup kita. Jadi tiap kali pastikan bahwa kamu mengutamakan  hubunganmu dengan Allah dan “Janganlah kuatir akan hidupmu ,” kata Tuhan.

Kini hati dan pikiranku tenang dan damai sejahtera. Ya Tuhan, terima kasih, aku percaya pada-Mu! Bisikku dalam hati.

🙂

🙂

“Bagaimana kalau …” adalah pola pikiran atau perasaan “kuatir”. Tuhan berkata, “Jangan kuatir.” Berarti orang bisa tidak kuatir. Caranya: STOP kuatir, ganti dan lanjutkan dengan PERCAYA Tuhan. Perhatikan, apa yang dikuatirkan, pasti sesuatu yang belum terjadi dan tidak ada, tidak nyata. Yang nyata dan pasti adalah hal seberat apapun dan sesulit apapun dapat kita hadapi bersama Tuhan.

Iklan

One thought on “Ia memeliharamu 24/7

  1. “Apakah kamu membutuhkan bantuan untuk pakaian dan sepasang sepatu?” Tanya Sandra, yang bertugas mendampingi aku untuk mendapat pekerjaan. Aku terdiam. “Kamu harus memberi tahu aku, apakah kamu membutuhkannya untuk wawancara esok?” Tegas Sandra lagi. “Ya, ini kejutan buatku. Ya, aku membutuhkannya,” jawabku tersipu. Dia segera menulis sepucuk surat, lalu bangkit dan menuju ruang manajernya, balik dan mengisi formulir. Setelah selesai dia menyerahkan surat dua lembar itu padaku dan menerangkan, “Kamu boleh membeli dua baju atas, satu rok bawah, dan sepasang sepatu, senilai 150 dolar. Sekarang kamu boleh pergi berbelanja.”

    Aku berterimakasih, lalu bergegas berjalan menuju ‘department store’ yang telah ditentukan. Aku masuk dan mulai memilih pakaian dan sepatu yang cocok untuk dua wawancara kerja besok. Baru aku sadar… rasanya sudah lama benar aku tak berbelanja, bahkan tak terlintas di benakku untuk beli baju dan sepatu baru! Bapa-ku di surga tahu aku membutuhkannya, Ia mendandani aku dengan indah… persis Ayah yang membawa puterinya ke ‘department store’ dan berkata, “Nah, sekarang kamu boleh beli dua baju atas, satu rok bawah, sepasang sepatu, belanjalah hingga 150 dolar.” Ya, begitu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s